AISYAH,WANITA YANG HADIR DI MIMPI RASULULLAH

0 ulasan Orders (0)
Rp 72,000 Rp 90,000 -20%
Kode Produk: PPS010896
Tersedianya: Tersedia

OverView

Aisyah adalah ummul mukminin, ibunya kaum mukmin. Aisyah adalah putri Abu Bakar Ash Shiddiq, termasuk salah satu dari orang-orang yang pertama kali masuk Islam. Dalam kisah ini, dicertakan melalui lima fase, lima waktu Aisyah yang dirangkum dengan j...
-20%

30 MENIT JAGO MAIN KEYBOARD

Rp 28,000    Rp 35,000  
-20%
-20%
-20%
-20%
-20%

Penebar Swadaya
Penebar Plus
Agrofilo
cif
Citras
Griya Kreasi
Indria Pustaka
Kanaya Press
Kata Media
Kaysa Media
Kriya Pusataka
Media Pusindo
Puspa Populer
Puspa Swara
Pustaka Bunda
Tiara Aksa
Tripose
Trubus

Product Description

Aisyah adalah ummul mukminin, ibunya kaum mukmin. Aisyah adalah putri Abu Bakar Ash Shiddiq, termasuk salah satu dari orang-orang yang pertama kali masuk Islam. Dalam kisah ini, dicertakan melalui lima fase, lima waktu Aisyah yang dirangkum dengan judul lima waktu shalat. Merupakan fase kehidupan seorang Humaira, dari dirinya masih kecil hingga fase setelah Rasulullah wafat. Kisah ini diceritakan dalam sudut pandang orang pertama, penulis berupaya merangkum segala informasi yang dimiliki mengenai biografi Aisyah lalu menceritakannya kembali sehingga membuat pembacanya begitu dekat dengan sosok ibunda Aisyah. Subuh Subuhnya Aisyah adalah masa di mana Aisyah kecil. Abu Bakar adalah orang terpandang oleh kaumnya, dan Aisyah sangat mencintai ayahnya. Keluarganya menunggu kepulangan ayahnya dari perjalanan dagang dengan harapan yang berbeda-beda. Bagi Aisyah, bagian yang ia dapat dari perjalanan ayahnya adalah kehangatan dan kenyataan. Baginya, sang ayah adalah dunia, seluruhnya untuknya. Aisyah kecil lantas menceritakan bagaimana keadaannya kepada ayahnya. Lantas Aisyah menceritakan bagaimana keadaan Mekah selama ditinggalkan Abu Bakar, dan ia juga menceritakan pada ayahnya bahwa dia sudah mengalahkan teman-temannya dalam permainan semut bersayap. Aisyah pun senang diceritakan dongeng oleh ayahnya. Masa kecil Aisyah juga adalah masa di mana risalah kerasulan diemban oleh Muhammad SAW. Abu Bakar mendengar hal tersebut dan langsung menyatakan keIslamannya. Abu Bakar menjadi orang kedua yang berislam setelah Khadijah istri Rasulullah. Seluruh keluarganya mengikuti jejak ini kecuali kakek Aisyah yang bernama Abu Khuafa. Aisyah memiliki seorang kakak perempuan sekaligus sahabatnya, Asma. Asma seorang yang bersifat keibuan bahkan sebelum ia menjadi ibu. Dengannya, Aisyah merasa memiliki dua orang ibu selain Ummu Ruman ibu kandungnya. Ia seperti perahu yang dilindungi oleh dua pelabuhan. Asma adalah simbol pengertian, kesempurnaan, kelembutan, dan kewibawaan. Di dalam buku ini, saya jadi tahu bahwa Asma adalah kakak tirinya Aisyah, buah pernikahan ayahnya dengan istri terdahulu. Asma adalah teman, Asma adalah Sahabat baginya yang di mana ia berbagi ilmu maupun pengetahuan kepadanya. Zuhur Zuhur adalah waktu siang, waktu di mana cobaan dan ujian, serta bukti-bukti kebenaran akan muncul. Sebelumnya, rumah Aisyah ramai dikunjungi oleh tamu yang bahagia, namun saat mereka memeluk Islam, tamu yang datang adalah orang-orang yang menghadapi berbagai kesulitan. Mereka meninggalkan hal-hal yang berbau kemegahan dan hidup dengan sederhana. Ayahnya mengerahkan segala upaya untuk membebaskan budak-budak yang menyatakan keIslamannya dan mendapat siksaan dari tuannya. Salah satunya adalah Bilal. Bilal tidaklah lagi seorang budak, Abu Bakar telah berkali-kali berusaha menyelamatkannya. Bilal beserta teman-temannya yang bernasib sama menjadi tamu terhormat di kediaman Abu Bakar. Rumah mereka berubah menjadi rumah penyembuhan di mana Aisyah dan Asma berlaku seperti seorang perawat. Ada lima jenis kegelapan wahai Aisyahku,” ucap ayah suatu hari. “Jika kau terlalu cinta dan terikat pada dunia, masalah itu layaknya kegelapan malam. Kehambaan dan ketakwaanmu semoga menjadi lilin yang menerangi kegelapan,, wahai Humaira. Jika kau nyalakan lilin dengan bertobat, kau akan selamat dari siksaan dosa, wahai Putriku. “Aisyah, kubur pun akan menjadi kegelapan. Kita perlu persiapan untuk menghadapinya. Mengucapkan kalimat syahadat adalah cahaya terang kubur, lilin kubur, wahai Putriku. “Akhirat juga merupakan kegelapan yang tiada tara. Hanya dengan amal baik kau akan bisa menerangi alan itu. Pun dengan jembatan Shiratal Mustaqim, Aisyah. Jalan itu hanya bisa diterangi dengan iman yang mantap.” Abu Bakar menjadi saksi sekaligus orang yang berada dalam barisan depan pendukung Rasulullah. Ia mengerahkan segala upaya untuk membesarkan agama ini. Suatu hari ketika ia bersama Rasulullah dipukuli hingga pingsan oleh kaum musyrikin, ketika sadar yang dipinta terlebih dahulu adalah mengetahui bagaimana keadaan Rasulullah. Masa awal-awal penyebaran Islam benar-benar masa di mana banyak sekali cobaan yang menimpa mereka. Lalu peristiwa itu terjadi, di mana Rasulullah mempersunting Aisyah pada usianya yang keenam belas tahun. Dikatakan bahwa Aisyah adalah seseorang yang diperlihatkan dalam mimpi. Beberapa waktu setelah pernikahan itu terjadi, Aisyah tentu berharap bahwa hari-hari kesedihan akan berakhir. Beberapa utusan telah memberitahukan bahwa kaum muslimin yang hijrah ke Madinah sudah sampai dan yang lainnya menunggu kapankah perintah Allah akan turun kepada yang lainnya. Dan hari hijrah itu pun tiba. Rasulullah datang ke kediaman Abu Bakar dan menyampaikan sebuah berita penting. Mereka harus segera pergi ke Madinah, dan untuk mengecoh makar kaum musyrikin yang akan membunuh Muhammad, dijalankanlah sebuah siasat. Ali akan menggantikan Rasulullah di kamarnya sementara Rasulullah pergi berhijrah bersama Abu Bakar. Ashar Hari-hari ashar adalah masa di mana di mana dakwah mulai berkembang, perkembangan Islam pada periode Madinah, turunnya perintah puasa, dan banyak lagi momen penting yang diceritakan pada bagian ini. Masa ashar juga waktunya di mana dibangunnya penguatan Islam sebagai basis pemerintahan, melawan pemberontakan. Beberapa peperangan yang dilalui umat muslim di antaranya perang badar--di mana kaum muslimin kalah jauh dari kuantitas namun berhasil meraih kemenangan di sini, perang uhud--di mana saat-saat ditimpanya ujian bagi kaum muslimin, kekalahan karena kelalaian dalam menaati komando, dan juga banyaknya orang-orang yang dicintai Rasulullah yang syahid dalam perang ini, juga perang khandaq. Namun selain itu, hubungan pernikahan Rasulullah dengan Ibunda Aisyah di bagian ini diceritakan dengan begitu romantis. Bagaimana sosok Aisyah yang pencemburu menghiasi kehidupan rumah tangga mereka. Tentang hubungan para istri-istri Rasulullah pun disajikan dengan begitu manis. Juga, tentang peran Aisyah yang cerdas, kritis, terutama banyak sekali terlontar pertanyaan seputar Islam maupun ajaran yang disampaikan Rasulullah pada ummatnya. Seperti misalnya saya tulis dalam cuplikan di bawah ini.

Menulis ulasan

Catatan: HTML tidak diterjemahkan!
    Bad           Good